Buku ini berisi cerpen-cerpen Seno Gumira Ajidarma yang berjudul Nyanyian Sepanjang Sungai, Pembunuhan, Manusia Kamar, Ngesti Kurawa, Daun, Cerita dari Sebuah Pantai, Tante W, Matinya Seorang Pemain Sepak Bola, Katakan aku Mendengarnya, Matinya seorang wartawan ibu kota, selingan perjalanan, khayalan dari tepi kolam renang, selamat pagi bagi sang penganggur, tentang seorang kawan, khayalan dari…
Hanya perempuan terluka yang bisa membunuh dirinya sendiri. HAnya perempuan terluka yang bisa memakan hidup-hidup anak yang dikandungnya. Haya perempuan aterluka yang bisa menggorok batang leher anak yang dikandungnya, Hanya perempuan terluka yang bisa meremas daging hidup yang meletus dari rahimnya, lalu membuangnya di tong sampah. Semua itu dilakukannya tanpa beban ....... (Patung). Tering…
Buku Cerpen Pilihan Kompas 2015 ini sangat istimewa. Ia merangkumkarya-karya para cerpenis empat generasi yang menulis dalam waktu bersamaan. ini antra lain membuktikan regenerasi dalam dunia kepenulisan di Tanah Air terus berlangsung. Nama-nama besar seperti Budi Darma, Putu Wijaya, Ahmad Tohari, dan Martin Aleida terus menulis dan menghasilkan karya-karya ang tetap bernas. Lalu ada nama besar…
Apa jadinya bila belasan remaja berbicara mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksinya? Buku iniilah buktinya.rnrnBelasancerita di dalam buku ini berhasil mengungkap tabu seksualitas, disertai dengan ulasan mengenai kesehatan reproduksi yang sangat penting untuk diketahui remaja sejak dini. Ada yang menceritakan tentang kehamilan yang tidak diinginkan, mitors seksual yang tidak benar, hub…
Rumah Bambu adalah kumpulan cerpen Romo Mangun yang pertama dan terakhir. Sebagian besar cerpen-cerpen ini ditemukan di rumah penulis, di Kuwera, Yogyakarta dalam keadaan penuh koreksi dan sulit dibaca. Dari duapuluh cerpen yang ada dalam buku ini, hanya tiga yang pernah dipublikasikan. Hampir semua tema cerita buku ini adalah peristiwa-peristiwa sederhana, sepele, dan mungkin remeh. Buku ini m…
Buku ini memuat seluruh cerpen Seno Gumira Ajidarma yang pernah dimuat Harian Kompas antara 1978-2013. Inilah 85 cerpen yang dalam 35 tahun secara kronologis menjelajahi berbagai tema dalam beragam cara, yang selain bisa dibaca sebagai hiburan, berpeluang diperiksa dalam konteks sosial historis zamannya. Dalam penerbitan kali ini, sejumlah cerpen ditulis ulang, sehingga bisa juga dibaca sebagai…
Ignas Kleden Karanagan yang dianggap terbaik dari ke-18 cerpen tersebut adalah cerpen berjudul Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan ............. Saya sendiri lebih menyukai cerpen Kuntowijoya yang lain dan menganggap cerpennya berjudul Rumah yang Terbakar sebagai cerpennya yang terbaik dalam kumpulan ini. alasan saya adalah karena cerpen RYT menampilkan ketegangan antara peristiwa dan makna atas…
Buku ini berisi 10 cerpen AA Navis ini kaya akan simbol dan metafora yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah diajukan.
Bukuk ini merupakan kumpulan hasil karya peserta didik yang cukup nyaman untuk dibaca, berisikan berbagai macam kisah inspiratif dan imajinasi sebagai generasi muda milenial. Semoga buku ini menjadikan para penulis semakin termotivasi dan semakin tertarik untuk terus menghasilkan sebuah karya baik dimana mampu menjawab kegelisahan di era disrupsi digital dewasa ini . Semoga para pembaca khususn…
Buku ini berisi 18 cerpen yang berjudul Kuli Kontrak, Cemburu, Traktor, Semua Bisa dibeli, La Bandida, Sinyo Brandi, Rumah Jati, Hidup Singkat Si Conat yang Berbahagia, Jibakutai, Cincin Berlian, Soal Warna Kulit Saja, Peraturan, Mengapa Kerbau Tak Suka Berbicara, Potret, Cerita Sebenarnya Mengapa Haji Jala Menggantung Diri, Bintang Malam Jadi Redup, Kuburan Keramat, dan Nasionalis Nomor Satu.