Novel ini diangkat dari peristiwa sejarah perang kemerdekaan RI tahun 1947, setelah pihak Belanda menganggap dirinya tidak terikat lagi pada persetujuan Linggarjati. Dari kedudukan-kedudukannya di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya, tentara kerajaan Belanda yang sudah diperkuat kedatangan Divisi 7 Desember menyerbu masuk wilayah-wilayah yang sepenuhnya masih dikuasai oleh pemerintahan Rep…
Bagi bangsa Indonesia, era pendudukan Balatentara Jepang merupakan masa padat penderitaan sampai di luar batas peri kemanusiaan. Kendatipun demi kepentingan usaha perangnya sendiri, dalam jangka waktu yang relatif pendek, 1943-1945, Jepang berhasil menanamkan jiwa militan pada pemuda-pemuda Indonesia. Apakah itu lewat tentara pembela tanah air, barisan pemuda seinendan, barisan pelajar Gakku To…
Dalam novel ini, dikisahkan seorang wanita terpelajar dan sangat seksi yang dijebak Jepang menjadi wanita penghibur. Simak kepahitan Kadarwati menjadi gula-gula pejabat tinggi Jepang di Singapura dan Saigon sampai akhirnya ia terbenam dalam lumpur Kurabu di Semarang, bahkan terdampar di kawasan lampu Merah Balokan Yogyakarta. Ikuti juga perjuangannya bersama rekan-rekan wanita sesat jalan dalam…
Novel ini berlatar belakang lahirnya Majapahit. Di sana-sini kisahnya dibumbui dengan lawakan-lawakan miring dan segar, yang kita kenal dalam cerita-cerita Jawa Kuni dan dianggap sebagai hal yang biasa dan justru memperlihatkan keakraban dengan kehidupan rakyat jelata. Diceritakan dengan bahasa Sastra dan imajinasi yang kuat, cerita ini membantu teman-teman membayangkan peristiwa bersejarah.
Buku ini berjudul Marsudi, si anak tiri dari desa Waleri ini merupakan bacaan yang hidup bagi para remaja karena jiwa dan jalan ceritanya mudah dipahami dan dihayati. Keadaan dan peristiwa-peristiwa yang digambarkan di dalamnya mengandung ciri-ciri khas kehidupan masyarakat bangsa kita pada umumnya, khususnya di desa-desa.
Saatirah, wanita cantik dan cerdas begitu bahagia menerima sebuah puisi yg dijadikan sebagai mas kawin oleh kekasihnya Andro.rnMas kawin yang menjadi buah bibir dan cemooh bagi warga sekitar tetapi mengandung makna tak ternilai bagi Saatirah.rnPada masa itu, pernikahan seakan merupakan solusi akan sebuah “happy ending” bagi seorang putri, Ibunda Saatirah telah mempersiapkan putrinya dengan …
Setiap anak manusia, boleh bercita-cita tinggi. Watak tokoh dalam buku ini merupakan contoh perilaku yang tidak sadar akan keadaan dirinya, mabuk angan-angan, gila kehormatan, dan kemuliaan, dan beranggapan bahwa semua yang diinginkan dapat dibeli dengan uang. Akibatnya bukan kehormatan yang ia dapatkan, melainkan kenistaan dan penderitaan yang berkepanjangan.
Buku ini berisi kisah yang bersetting masa kemerdekaan Indonesia. Kisah-kisahnya antara lain berjudul penghuni sebuah Pos PMI, suka duka di garis depan, gani nyaris mati, hartini gadis rakhmat, kawan-kawan baru, Bandung jadi lautan api, mengungsi, dan akhirnya selamat jua.
Buku ini berkisah tentang Meminang ke Sungaitarab, Dapat malu besar, berangkat ke Sungaingiang, Perlatan kawin, Cindur mata menggonggong membawa terbang, menuju ke Pagarruyung, Mencari Hukum, Imbang Jaya menuntut malunya, Dang Tuanku naik ke langit, Cindur Mata membunuh Tiang Bungkuk, dan Cindur Mata jadi raja. Buku ini juga dilengkapo dengan kamus sederhana kata-kata Minangkabau yang digunakan…
Novel ini mengisahkan perjuangan kaum gerilyawan melawan pasukan Belanda dalam perang kemerdekaan yang terjadi. Mengapa mereka mengangkat senjata dan bersedia mempertaruhkan nyawa? Bukan hanya perjuangan fisik saja yang digambarkan oleh pengarangnya, tetapi juga perjualan moral yang dilukiskan secara jujur dan luhur.