Buku ini mengungkapkan perilaku manusia-manusia penghuni sebuah hotel kecil, yang bercampur gaul setiap hari dalam suka dan duka, percintaan dan permusuhan, yang menampakkan segala ciri kelemahan-rohaninya: dangkal dan tamak.
Penghayatan yang mendalam mengenai kehidupan keluarga Indonesia dituangkan dalam roman yang bernada memoir ini. Bayangan kehidupan orang-orang Indonesia yang melayang-layang antara alam totok dan alam pribumi, kejayaannya di masa lampau dan kesuramannya di masa kini, dilukiskan oleh Breton de Nijs laksana warna-warna potret yang mengabur dalam album tua.
Kisah dalam buku ini berlatar belakang alam kepulauan Buru, pengetahuannya yang mendalam tentang kehidupan pribumi, merupakan usaha penghayatan yang jujur dan teliti. Digambarkannya betapa teguh tekad sepasang suami istri yang berkedudukan baik di Pulau Jawa hendak membuka perusahaan kayu putih di tengah hutan pulau Buru. Tekad saja ternyata bukan modal utama, karena tantangan demi tantangan ma…
It was the 24th Februari 1815. The sun shone softly on the blue waters of the Mediterranean Sea around the island of Elba. Napoleon Bonaparte, once the absolute master of France, was now king only of this small island. He who had ruled over one hundred and twenty million subjects now reigned over the six thousand inhabitants of Elba.rnIn France, the Bourbons had returned to the throne in the pe…
Buku ini mengungkapkan gejolak jiwa seorang suami dan ayah yang sadar betapa kusut jalinan dendam dan nafsu dalam dirinya, namun akhirnya merasakan panggilan gaib Tuhan. Gaya memoar yang digunakan oleh Mauric secara sublim, membuat roman psikologis ini memperoleh pujian dari kalangan sastra dunia.
Judul asli buku ini adalah Le cheval des tenebres.
Buku ini mengisahkan cinta murni dan tulus seorang pelacur yang meskipun mendapatkan kemewahan dari kaum pria bangsawan dan kaya-raya, namun selalu mendambakan cinta kekasihnya yang sejati.
Si Lugu (L'Ingenu) merupakan nama seorang tokoh yang sesuai dengan namanya, mempunyai cara berpikir yang bersahaja, seorang yang berpikir secara primitif. Ia seorang yang tidak mengenal prasangka, pengertiannya tetap lurus dalam kemurniannya. Perpisahannya dengan kekasihnya, Nona de Saint-Yves, menyebabkan ia masuk penjara, dan bertemu dengan Gordon, seorang pengikut jansenisme, yang banyak mem…
Struktur kisah dalam buku ini amat sederhana sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti. Namun makan sesungguhnya yang terkandung dalam kedua hikayat itu berupa filsafat hidup, sindiran, kritik, bahkan serangan-serangan tajam yang dilontarkannya, tidak mudah ditangkap begitu saja, melainkan harus dicerna dengan penuh kearifan.
Kisah dalam buku ini dikisahkan berdasar pada aksi pembersihan Partai Komunis dan pengadilan di Moskow antara tahun 1936-1938. Kisah ini melukiskan secara jitu pengalaman pahit seorang Bolshevik yang dijatuhkan dari kedudukan resminya, dan dipaksa mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya. Koestler bukan saja melukiskan pengalaman jasmaniah yang mencekam.