Buku kecil ini berisi latar belakang kitab suci dan praktek sakramen pertobatan pada masa kini. Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar sehingga mudah untuk dipahami oleh anak-anak. Buku ini dapat menjadi bahan bina iman maupun menjadi alat bantu untuk memahami sakramen pertobatan.
Buku ini berisi tata ibadat lingkungan rabu abu, tirakatan malam rabu abu, dan renungan rabu abu. Dengan mengikuti tata ibadat dalam buku ini, penghayatan akan makna pertobatan makin mengakar pada budaya dan hati umat.
Buku ini berisi 34 ibadat lingkungan. Selain dari jenis ibadat, buku ini juga dibagi berdasarkan jenis pesertanya. Buku ini dapat dijadikan bentuk ibadat yang memperkaya pengalaman iman umat.
Buku ini menjelaskan makna kegiatan liturgis. Buku ini terdiri dari X bagian; 1.liturgi dan ritme alam, 2. perayaan-perayaan ibrani, 3. Pusat liturgi, 4.Misteri Paskah, 5.Adven-Natal-Epofania, 6. prapaskah-paskah, 7.masa biasa, 8. perayaan para kudus, 9. perayaan-perayan Maria, 10. Ibadat Harian.
Semenjak Konsili Vatikan II, Gereja secara lebih sadar menceburkan diri dalam arus rahmat yang penuh gerak dan gelora. Karena itu Gereja tidak terlalu dipahami sebagai “kata benda” yang sekali jadi dan mati.sebaliknya, Gereja lebih dikenal, dikenang dan dikobarkan sebagai peristiwa yang tidak pernah berhenti, sebagai Paguyuban Umat Allah. Eklesiologi, Makna dan Sejarahnya ini membantu kita …
Buku ini berisi pokok-pokok permenungan yang dilengkapi dengan tugas-tugas dan lagu-lagu guna mendalami pokok-pokok permenungan selama 29 kali pertemuan.
Buku ini berisi 29 pokok renungan yang dilengkapi dengan permainan dan lagu-lagu guna membantu anak-anak memahami pokok-pokok tersebut.
Kesetiaan. Kata ini mungkin menimbulkan rasa haru dan romantis bila dibayangkan. Tetapi tidak mudah diperjuangkan dalam kenyataan hidup. Pengalaman menunjukkan, banyak keluarga retak karena salah satu tidak setia, pekerjaan terbengkelai karena petugasnya tidak setia pada tugasnya, organisasi menjadi kacau karena kesetiaan ditukar dengan kepentingan pribadi. Pengarang mencoba merenungkan bobot p…
Buku ini ditulis berdasar pada garis besar Latihan Rohani Santo Ignasius dengan penyesuaian pada hidup berkeluarga yang mengajak peserta untuk merenungi tujuan hidup dan panggilan dalam hidup berkeluarga serta memahami kehendak Tuhan bagi mereka berdua.
Tujuan satu-satunya dari meditasi ini adalah praktik kesadaran penuh dari saat ke saat dalam waktu yang lama. Meditasi ini tidak memiliki teknik atau metode tertentu. Tak perlu ruang atau waktu khusus. Kehadiran guru atau pendamping juga tidak dibutuhkan. Di mana saja, kapan saja, Anda sendiri dapat mempraktikkan kesadaran penuh ini. Melalui kumpulan dialog dalam buku ini, pembaca dipandu untuk…