Buku ini berisi puisi-puisi dan sajak-sajak karya Rendra yang di berinya sub judul Romansa, ke Altar dan sesuadahnya, malam stanza, nyanyian dari jalanan dan sajak-sajak dua belas perak.
Kumpulan puisi ini berisi 6 karya Rendra yang berjudul Wanitaku! Wanitaku!, Setelah Rambutmu Tergerai, Kupanggili Kamu Kekasihku, Catatan, Disebabkan oleh Angin (Vasco Da Gama) dan Disebabkan Oleh Angin (Priangan).
Buku ini berisi puisi-puisi Rendra yang berjudul Kupanggil namamu, Kepada MG, Nyanyian Duniawi, Nyanyian Suto untuk Fatima, Nyanyian Fatima untuk Suto, Blues untuk Bonnie, Rick dari Corona, Kesaksian tahun 1967, Pemandangan senjakala, Bersatulah pelacur-pelacur kota Jakarta, Pesan pencopet kepada pacarnya, Nyanyian angsa, dan Khotbah.
Buku ini berisi puisi-puisi Rendra ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama ditulis di negara-negara Komunis seperti Mancuria, Korea Utara, Russia, dan RRT. Bagian dan ketiga kedua berisi puisi-puisi yang ditulis di Yogya, Solo, Bogor, Jasinga mengenai orang-orang marjinal, hutan, gereja, bahkan tanggapan kepada kitab suci seperti puisi yang berjudul Amsal sebuah perjalanan ke Golgotha.
Kumpulan sajaknya yang pertama berjudul Ballada Orang-orang Tercinta (1957), kemudian Empat Kumpulan Sajak (1961), Blues untuk Bonnie (1971), Sajak-sajak Sepatu Tua (1972), Potret Pembangunan dalam Puisi, dan kini terbit kumpulan puisinya Disebabkan oleh Angin (1993). Cerita-ceritapendeknya dikumpulkan dengan judul la Sudah Bertualang (1963). Uraiannya tentang bermain drama diterbitkan dengan j…
Naskah ini tercatat sebagai naskah sandiwara yang dapat disebut sebagai skenario film, novel, dan bentuk literatur lain. Karena itu, selain enak dibaca, juga memiliki unsur keindahan yang di sulit ditawar. Unsur sastra lisan yang tumbuh kuat pada budaya kita juga menjamin unsur sastra yang lain.
Barangkali banyak yang terkejut, atau sama sekali tidak menyangka, bahwa W.S. Rendra juga pernah menulis cerpen. Wajar saja, karena ia memang lebih dikenal sebagai seorang penyair atau aktor panggung. Padahal, cerpen-cerpennya tak kalah bagus dari syair-syairnya yang penuh daya pukau. Rendra rajin menulis cerpen ketika ia masih muda, sehingga tak heran bila cerpen-cerpennya terasa begitu seg…
Dalam buku ini terdapat puisi-puisi Rendra yang berjudul Ballada Kasan dan Patima, Ballada lelaki-lelaki tanah kapur, Ballada Petualang, Ballada lelaki yang luka, Ballada terbunuhnya Atmo Karpo, Gerilya, Koyan yang malang, Ballada Penyaliban, Ballada Ibu yang dibunuh, Ada tilgram tiba senja, Tangis, Anak yang angkuh, Ballada gadisnya Jamil, si jagoan, Di Meja Makan, Ballada penantian, Ballada A…
Buku ini mendokumentasikan perjuangan organisasi mahasiswa dalam menumbangkan orde baru dan memulai orde reformasi. Beberapa gagasan yang ditawarkan untuk memulai orde reformasi kiranya dapat mengingatkan teman-teman yang membaca mengenai arah perbaikan NKRI kala itu. Dalam buku ini juga dipaparkan tuntutan-tuntutan mahasiswa pada masa itu. Buku ini direkomendasikan kepada teman-teman yang bela…
Buku penting yang berisi mengenai konsep, kredo, proses kreatif, dan pengalaman kesenimanan 20 sastrawan terkemuka di antaranya Mochtar Lubis, Rendra, Taufik Ismail, N. H. Dini, Sutardji Calzoum Bahcri, Arifin C. Noer, Putu Wijaya, Danarto, Sapardi Djoko Damono, Budi Darma dll.