Lidah api berkobar-kobar, membakar. Seluruh hasil karyaku jadi kertas arang yang menghitam. Jadi sampah. Sastra, kesenian, dan kebudayaan, mungkin hanya sampah di depan kekuasaan politik. Angin meniup sampah-sampah itu, menerbangkannya ke udara. Sebagian abu kertas jatuh di halaman depan Istana Merdeka. Gedung yang dibangun pada zaman pemerintahan kolonial Belanda itu, dingin dan kukuh. Beku. S…
Tapi jejak ayah kemudian kami temukan. Hal itu terjadi berkat popularitas Nina Karnina, adikku. Aku berbeda dengan Nina. Aku selalu berusaha menyembunyikan lakon keluarga, sedang Nina tak punya beban masa lalu. Dia tak pernah malu mengaku sebagai puteri seorang tahanan politik. Dia tetap yakin, Ayah hanya kena fitnah dan berharap keadilan segera tiba. Lakon Ayah, harus segera kukisahkan.....…
Cermin Merah, potret pecah kepribadian Nano Riantiarno. berbeda dengan dramanya yang kerap menghadirkan batas tipis antara duka dan gembira, marah dan cinta, atau hujatan dan pujian. Dalam novelnya ini, Nano terkesan sengaja menyumbat semuanya. maka, yang muncul kemudian adalah kemarahan yang tak terucapkan, percintaan yang menyimpang, pencarian yang tak selesai, dan serangkaian kegamangan.
Bagi teman-taman yang terlahir pada tahun 1990-an ke atas mungkin tak pernah membayangkan seperti apakah kehidupan yang pernah dialami oleh anak-anak yang terlahir pada tahun 1970-an dan 1980-an. Main di sawah, bermain sepak bola di bulak bukan di lapangan futsal, mengumpulkan kayu untuk di jual, berangkat ke sekolah naik oplet, dan hidup yang tanpa cell phone dan internet. Buku ini dapat menja…
Naskah ini tercatat sebagai naskah sandiwara yang dapat disebut sebagai skenario film, novel, dan bentuk literatur lain. Karena itu, selain enak dibaca, juga memiliki unsur keindahan yang di sulit ditawar. Unsur sastra lisan yang tumbuh kuat pada budaya kita juga menjamin unsur sastra yang lain.
Barangkali banyak yang terkejut, atau sama sekali tidak menyangka, bahwa W.S. Rendra juga pernah menulis cerpen. Wajar saja, karena ia memang lebih dikenal sebagai seorang penyair atau aktor panggung. Padahal, cerpen-cerpennya tak kalah bagus dari syair-syairnya yang penuh daya pukau. Rendra rajin menulis cerpen ketika ia masih muda, sehingga tak heran bila cerpen-cerpennya terasa begitu seg…
Dalam buku ini terdapat puisi-puisi Rendra yang berjudul Ballada Kasan dan Patima, Ballada lelaki-lelaki tanah kapur, Ballada Petualang, Ballada lelaki yang luka, Ballada terbunuhnya Atmo Karpo, Gerilya, Koyan yang malang, Ballada Penyaliban, Ballada Ibu yang dibunuh, Ada tilgram tiba senja, Tangis, Anak yang angkuh, Ballada gadisnya Jamil, si jagoan, Di Meja Makan, Ballada penantian, Ballada A…
Ini bukan lagi dunia yang kita kenal. Abad-abad telah berlalu, kota-kota kini melayang, digerakkan oleh mesin-mesin canggih, saling memakan satu sama lain agar bisa terus beroperasi. Negeri Luar, hamparan daratan yang tidak ditempati, adalah tempat berbahaya yang mengancam nyawa. London pun tengah berburu. Menyantap kota kecil dan kabur dari kota-kota pemangsa yang lebih besar. Dan, dalam ke…
Ketika ia mendengar Norwegian wood karya beatles, toru watanabe terkenang akan naoko, gadis cinta pertamanya, yang kebetulan juga kekasih mendiang sahabat karibnya, kizuki. Serta merta ia merasa terlempar ke masa-masa kuliah di tokyo, hampir 20 tahun silam, terhanyut dalam dunia pertemanan yang serba pelik, seks bebas, nafsu-nafsi, dan rasa hampa-hingga ke masa seorang gadis badung, midori, me…
Secara umum, novel ini berbeda dari biasanya. Alfian mencoba menggabungkan kisah cinta dengan kisah supranatural yang cenderung mistis bahkan klenik. Sayangnya, ramuan dan cara penyajiannya kurang sempurna. Unsur supranatural yang disajikannya lebih banyak daripada unsur kisah cintanya, bahkan cenderung melantur dan tidak masuk akal. Tokoh-tokoh yang dihadirkan terlalu sempurna secara kelas sos…