Buku ini berisi 23 cerpen yang dikumpulkan dan ditulis pada tahun-tahun lima puluhan. Beberapa diantaranya disertai perubahan di sana-sini. Sebagian besar pernah dimuat dalam berbagai media pada tahun-tahun itu, seperti Mimbar Indonesia, Kisah, Roman, Indonesia, Mutiara, dan Kompas.
Bibir ini mau bercerita tentang seseorang yang mendesah dari seberang, sebatang lilin yang menyala dalam kabut, dan impian di tengah musim. Juga Berkisah tentang seorang ana yang masih bocah, seekor ayam yang bertelur di atas ensiklopedia, pembuat sangkar yang mencuri bekisar, dan roti ulang tahun yang di dalamnya ada ulat beracun. Seru kan... wuhuuuu
Buku ini berisi 14 cerpen yang berjudul Cakra Punarbhawa, Kembar Buncing, Penggalan Kepala Patung, Puncak Ketujuh, Laut Kelabu, Kutukan, Birgit, Menunggu Hening Malam, Ratih, Kematian Ayah, Jimat Tikus, Penjaga Kamar Mayat, Rumput Liar, dan Anjing dan Dendam.
Buku ini berisi cerpen-cerpen parabel tentang ketidakbebasan, ketidakpastian, dan kebuasan, yang memberikan pengalaman alternatif. Dengan intensitas tinggi, buku ini merupakan perjalanan ke lankap interior ke dunia trauma dan khayal, mungkin juga hausinasi.
Buku ini berisi kumpulan cerpen yang banyak mengangkat masalah perempuan. Kumpulan cerpen yang banyak bicara tentang perempuan ini pernah dipublikasikan dan mendapat sambutan yang cukup luas. Karena itu sang penulis bermaksud menyajikannya dalam wujud yang lebih menarik untuk memenuhi tuntutan khalayak. Ditambah dengan beberapa karya terbarunya, buku ini menunjukkan betapa ulungnya Sirikit Syah…
Buku ini banyak bercerita tentang peristiwa-peristiwa kecil dan orang-orang sederhana yang terpaksa hidup di tanah pengasingan; tentang bapak yang uring-uringan karena gagal mencari kerja, tentang keluarga yang kearaban-araban digerebek aparat kepolisian karena diadukan tetangga, atau tentang lelaki yang paranioa karena kuliah nyambi kerja. Kisah-kisah tersebut membawa pembaca pada masalah sosi…
13 cerpen yang terkumpul di dalam buku ini bertemakan cinta, kehidupan, dan persahabatan dalam rangka ulangtahun Gramedia ke-30. Royalti kumpulan cerpen ini disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas.
Cerpen-cerpen ini banyak menyajikan lukisan surealis yang mengaburkan batas dunia nyata dan imajiner.
Buku ini berisi 10 cerpen yang mengangkat kisah-kisah kecil tentang masyarakat kelas bawah. Mulai dari kisah Kakek dan burung dara, koki, hingga perempuan yang sendiri.
Buku ini berisi kumpulan cerpen tentang perang dan manusia yang terlibat di dalamnya. Dengan membaca cerpen-cerpen ini, teman-teman diajak untuk memasuki episode dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pengarang adalah pelaku perjuangan tersebut terutama pada masa revolusi fisik. Kumpulan ini pernah mendapatkan hadiah sastra naasional BMKN 1967/1958.