Gereja bukan pertama-tama sebuah lembaga, melainkan sebuah gerakan: Gereja bergerak dalam masyarakat, dalam dunia, membawa daya penyelamat ilahi. Maka, Gereja adalah sebuah peristiwa. Diman gereja ada, disitu harus terjadi sesuatu, yaitu suatu perubahan ke arah perdamaian, keadilan, dan solidaritas nyata dengan orang-orang miskin
Buku ini berisi kisah-kisah St.Ignatius dalam menemukan Tuhan dan teman-teman primi patres hingga mendirikan ordo Serikat Yesus serta pokok-pokok penting dalam sejarah serikat seperti pembubaran dan kembalinya Serikat Yesus, Tantangan zaman dan Jesuit zaman sekarang.
Buku ini berisi tinjauan ilmu sosial agama mengenai gambaran kekuasaaan, proses sosial dalam kepemimpinan, dinamika kepemimpinan dalam kelompok, peran pemimpin yang ditunjuk, dan dampaknya bagi kepemimpinan gereja. Buku kecil ini akan membantu teman-teman yang tertarik pada topik-topik agama dan sosial politik.
Buku ini terdiri 6 bagian yakni Gereja, Kesaksian,Kualitas Hidup, Hati, Yesus sebagai saksi, dan ditutup dengan Doa 'Syahadat' Pejuang. Buku kecil ini ditulis dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Buku kecil ini berisi latar belakang kitab suci dan praktek sakramen ekaristi pada masa kini. Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar sehingga mudah untuk dipahami oleh anak-anak. Buku ini dapat menjadi bahan bina iman maupun menjadi alat bantu untuk memahami sakramen ekaristi.
Buku kecil ini berisi latar belakang kitab suci dan praktek sakramen pertobatan pada masa kini. Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar sehingga mudah untuk dipahami oleh anak-anak. Buku ini dapat menjadi bahan bina iman maupun menjadi alat bantu untuk memahami sakramen pertobatan.
Buku ini berisi tata ibadat lingkungan rabu abu, tirakatan malam rabu abu, dan renungan rabu abu. Dengan mengikuti tata ibadat dalam buku ini, penghayatan akan makna pertobatan makin mengakar pada budaya dan hati umat.
Buku ini berisi 34 ibadat lingkungan. Selain dari jenis ibadat, buku ini juga dibagi berdasarkan jenis pesertanya. Buku ini dapat dijadikan bentuk ibadat yang memperkaya pengalaman iman umat.
Buku ini menjelaskan makna kegiatan liturgis. Buku ini terdiri dari X bagian; 1.liturgi dan ritme alam, 2. perayaan-perayaan ibrani, 3. Pusat liturgi, 4.Misteri Paskah, 5.Adven-Natal-Epofania, 6. prapaskah-paskah, 7.masa biasa, 8. perayaan para kudus, 9. perayaan-perayan Maria, 10. Ibadat Harian.
Semenjak Konsili Vatikan II, Gereja secara lebih sadar menceburkan diri dalam arus rahmat yang penuh gerak dan gelora. Karena itu Gereja tidak terlalu dipahami sebagai “kata benda” yang sekali jadi dan mati.sebaliknya, Gereja lebih dikenal, dikenang dan dikobarkan sebagai peristiwa yang tidak pernah berhenti, sebagai Paguyuban Umat Allah. Eklesiologi, Makna dan Sejarahnya ini membantu kita …