Sebelum menulis dua bukunya yang terkenal, Nineteen Eighty-Four dan Animal Farm, George Orwell adalah seorang jurnalis. Pada tahun 1930, sebuah kelompok sosialis di Inggris, the Left Book Club, mengirim Orwell untuk menelisik kemiskinan dan pengangguran massal di wilayah industri di utara Inggris. Setibanya di sana, Orwell meleburkan diri dalam kehidupan para penambang batu bara—tinggal di po…
Pada tahun 1936, George Orwell berangkat sebagai wartawan ke medan Perang Sipil Spanyol, tetapi Orwell justru bergabung dengan Partai Persatuan Buruh Mraxis dan turut serta dalam pertempuran untuk melawan rezim Fasis. Dengan sangat mendetail, dan kadang-kadang lucu, dia menggambarkan pengalamannya di parit-parit perlindungan bersama "pasukan demokratik" yang terdiri atas orang-orang tak berpang…
Sebelum menjadi pengarang terkenal lewat buku Animal Farm dan 1984, George Orwell pernah hidup miskin di dua kota besar—Paris dan London. Di Paris, dia menjadi tukang cuci piring, dan di London, sambil mencari pekerjaan, dia banyak bergaul dengan gelandangan dan orang-orang jalanan, dan tinggal di rumah-rumah penampungan. Dengan narasi yang jujur dan seringkali humoris, buku semi autobiografi…
Setelah membajak balon udara dari sebuah kamp konfederasi, lima tawanan dan seekor anjing melarikan diri dari perang saudara Amerika. Sekitar delapan ribu kilometer kemudian, mereka jatuh dari awan ke sebuhan pulau vulkanik yang belum dipetakan di tengah Samudra Pasifik. Melalui kerja sama, rekayasa, pengetahuan ilmiah, dan tekad, mereka berusaha membangun koloni dari nol. namun pulau yang kaya…
Winston Smith berusaha menjalani hidupnya sebagai warga negara yang patuh terhadap aturan Partai, walaupun hati dan pikirannya memberontak. Winston tidak berani melawan terang-terangan, sebab Big Brother senantiasa mengawasi semua orang. Tak ada privasi bagi siapa pun. Segalanya diatur oleh Negara, bahkan sejarah pun ditulis ulang sesuai kebutuhan. Big Brother menuntut kepatuhan dan kesetiaan t…