Aiko terdiam, menimbang kata-kata yang tergemuruh di kepalanya. Dia tahu pikirannya absurd, tetapi menahannya sendirian hanya membuatnya semakin gelisah. "Jiro, mungkin nggak, ya, Mama sengaja?" "Sengaja apa?" "Sengaja menjatuhkan diri? Bunuh diri maksud Kakak?" "Ngaco, ih!" Jiro mendengus, tetapi kakaknya malah menginjak rem mendadak. Tubuh mereka terdorong ke depan, untung sabuk pengaman …
Cinta sejati itu laksana mendaki gunung. Letih, tertatih-tatih, namun tetap memiliki tujuan: puncak! Ada yang berhasil mencapainya, ada yang berjeda di tengah jalan, namun ada pula yang memilih turun dengan hati masygul serta penasaran. Ken Ariestyani dengan elok menghadirkan semua rasa itu dalam LLUITA - yang setelah membacanya, membuat kita berpikir ulang: betulkah cinta yang kukandung adalah…