Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808-1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan - suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), perseteruan itu berakhir dengan keka…
Buku kedua dari trilogi Tonggak-Tonggak Orde Baru ini menunjukkan kedalaman penulis sebagai insider memaparkan detail-detail pemerintahan Orde Baru, seperti cara Soeharto merekrut menteri dan laku spiritualnya; penggalangan citra di masa Orde Baru; RUU-RUU yang digarap puluhan tahun; kesenjangan, pengentasan kemiskinan, pri-non-pri; hingga gerakan kebangkitan Islam. "Gema fungsi pajak yang b…
Bagaimana REformasi bisa terjadi? Tonggak-Tonggak Orde Baru: Kejatuhan Soeharto dan Ancaman Pembelahan Bangsa memberikan paparan yang komprehensif tidak hanya dari krisis moneter yang menumbangkan Orde Baru tetapi juga peralihan ke Era Reformasi serta ancaman-ancaman yang mengintai setelahnya. "Orde Baru menanamkan tonggak fundamental pembangunan bangsa. Namun sementara itu, terjadi akumu…
Dalam Pembalasan Dendam Diponegoro, Martin Bossenbroek menyampaikan kisah besar tentang awal dan akhir Hindia Belanda yang penuh kekerasan, sesuai dengan yang dialami tokoh pemeran utama dari kedua belah pihak. Marin Bossenbroek mengisahkan secara menarik dua episode dalam sejarah kolonial Belanda di Hindia Belanda. Episode pertama yang dilukiskannya adalah perang besar "Perang Jawa", pada awal…
Indonesia, negara terbesar keempat di dunia, menjadi yang pertama menyatakan kemerdekaan setelah Perang Dunia II. Dua hari setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, meletuslah perjuangan yang jauh melampaui sekadar konflik dengan penjajah Belanda. Itu adalah bagian dari sejarah dunia: awal dari gelombang dekolonisasi global. Sepuluh tahun kemudian, Sukarno, presiden pertama republik ini, emngg…
Bhinneka Tunggal Ika - it is various, and yet it is one. This mystical saying of a 14th century Javanese poet is profoundly appropriate as the motto for the Indonesian state. It is the variety of Indonesia that gives it is common character. Each region replicates, in its own way, the diversities between mountail and valley, upstream and downstream large (mainland) islands and small ones, forest…
Aku telah memilih pergerakan sebagai jalan hidupku, dan aku pun harus siap menerima segala konsekuensinya."rnrnBeri Hatta lima pilihan, rendang, laut buku, sekolah, dan Makkah, maka tanpa ragu dia kan memilih Makkah. Sebuah pilihan yang didasari pengasuh Pak Gaek, sang kakek yang menggantikan peran ayah, semenjak Haata menjadi yatim. Tetapi, sang ibu tak ingin Hatta pergi ke Makkah. Alhasil, na…