Hujan Bulan Juni adalah sekumpulan puisi yang pernah ditulis oleh Sapardi Djoko Damono sebagai ungkapan kegelisahan hatinya pada memori yang disebutnya sebagai Hujan.
Mata waktu, mata sunyi: memanggil, menelan. Ceruk cinta yang haus warna. Ceruk perempuan,. Malam ini aku akan tidur di matamu. Daun-daun celana berguguran di senja tersayang. Di senja tersayang daun-daun celana berguguran.rnrnTangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu,
Puisi-puisi Joko Pinurbo dianggap membawa keunikan dan kesegaran tersendiri dalam dunia sastra Indonesia. Salah satu kepiawaiannya adalah mengolah pengalaman sehari-hari dan meleburkannya dalam renungan hidup yang subtil. Kerja kreatif semacam ini mengasyikkan dan membuat pembaca tertawa, merenung, dan menemukan hal-hal yang sebelumnya hanya dilakukan sebagai rutinitas.
Berisi kumpulan pusi, sajak Sapardi Djoko Damono.
Hei, Ki Dalang!rnJangan beri kesempatanrnboneka nyinyir membeberkan aibnya,rnjangan biarkan omonganrnyang membingungkan kami,rneja setiap kata yang lugasrnyang berjajar di pakem itu, lantunkan kebenaran kisahrnyang mengungkapkanrnkesetiaan perempuan kepada laki-lakirnyang menguasai jagad raya -rnjangan,jangan selewengkan syiar Kitab iturnwalau hanya sepatah kata -rnkami sudah hafal di luar kepa…
Sajak-sajak yang terkumpul dalam buku ini dikenal sebagai sajak-sajak imajis yang jernih dan hidup sebagai suasana dan pengalaman puitik yang ditampilkan secara hidup pula. Teman-teman akan dibawa ke dalam pengalaman intuitif yang demikian bening.
Kumpulan Puisi Perempuan Indonesia - Malaysia menghimpun karya penyair perempuan yang mendepani isu dan persoalan pada peringkat global dan lokal melalui nuansa halus dan berseni. Khalayak pembaca dibawa menelusuri pelbagai persoalan seperti krisis politik antara bangsa, romantisisme, solidariti gender, alam kerohanian dan kehidupan manusiawi yang diekspresikan melalui pelbagai sudut pandang ya…
Kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono ini pasti memberikan kesan tersendiri bagi pembaca dan selalu menarik untuk disimak.rnrnSelamat membaca!
Kitab Puisi Perihal Gendis di rumah sendirian ayahnya pamit pergi ke selatan ibunya bilang menyusul ke utara Tak Perlu Barangkali tidak perlu mencari tahu dan menjadi risau kenapa Ayah ke Selatan Ibu ke Utara Aku ingin ke BArat sendiri saja membelakangi bukit Timur sarang matahari pagi itu Tidak perlu menjadi risau Tidak perlu sama sekali -Sapardi Djoko Damono,…