Dulu, Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilayah Republik dengan berdirinya negara boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, TAn Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme. Ia tidak menyetujui perundingan dengan lawan. Ia menganggnap ber…
Sewindu sudah reformasi berjalan tertatih-tatih membangun demokrasi, dalam alam Indonesia yang demokratis kaum terpelajar ikut bertanggung-jawab secara moral dan intelektual perihal perbaikan nasib bangsa sekaligus terhadap peradaban. Proses dekadensi moral yang merusak masyarakat dan meracuni jiwa kaum muda sudah mengancam perdaban bangsa pada jantungnya. Gejala-gejalanya sudah tampak jelas…
“Kita sudah kehilangan harta dan segala-galanya, Geng. Yang tinggal hanya nama baik, itu saja yang perlu dipelihara.”rnPesan sang ayah terus melekat di benak Hoegeng. Ia sepenuhnya sadar bahwa integritasnya terhadap penegakan hukum telah menciptakan banyak musuh. Tapi apakah orang yang hidup lurus, mesti kurus di zaman ini?rnrnKetika pertama kali ditugaskan sebagai Kepala Reskrim di Sumater…
Apakah Islam bagi Bung Karno? Pada awalnya Islam adalah sebuah energi politik pembebasan. Bung Karno memandang Islam lebih sebagai satu elemen dalam perjuangan antikolonial. "Islam os [rpgress. Islam itu kemajuan," tulis Bung Karno dalam salah satu Surat-Surat Islam dari Endeh, hasil korespodensinya dengan T. A. Hasan, tokoh Persis (Perjuangan Islam) di Bandung. Pilihan yang dianjurkan Bung Kar…
Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi berkas buku Atlas Prasejarah Indonesia – Persebaran Situs Prasejarah Indonesia:rnDalam dua dasawarsa terakhir ini, salah satu keluhan para pendidik bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya sejarah, adalah tereduksinya alokasi waktu mata pelajaran sejarah di setiap jenjang pendidikan di sekolah. Hal ini mendorong para penggiat sejarah dan para…