Buku ini berisi 6 cerpen yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto. Seluruh cerpen ini merupakan kesaksian tentang revolusi kemerdekaan.
Buku ini berisi cerpen-cerpen Korrie Layun Rampan yang apik dalam menggambarkan suasana dramatik yang menunjukkan kesuksesan hasil percobaan-percobaannya di awal karier kepenulisan.
Buku ini berisi 15 cerpen yang bercerita tentang kejadian-kejadian biasa yang dianggap sepele. Cerpen-cerpen tersebut mengedepankan nilai-nilai humanisme.
Buku ini berisi kumpulan kisah mengenai benturan budaya tradisi dan modernitas yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Melalui kisah-kisah dalam buku ini, teman-teman dapat berkaca mengenai konsep modernitas yang teman-teman gugat maupun yang teman-teman amini sebagai orang Indonesia.
Kumpulan cerpen ini terdiri dari 17 cerpen yang ditulis oleh 17 penulis cerpen Indonesia. Tema utama yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini adalah kemanusiaan manusia di zaman modern saat manusia Indonesia membangun diri. Setiap cerpenis bergulat dengan imajinasi kreatif yang kemudian melahirkan ragam pengalaman unik dan khas.
Buku ini berisi 12 cerpen karya Mochtar Lubis yang berjudul Bromocorah, Abu Terbakar Hangus, Hati yang Hampa, Pahlawan, Uang, Uang, Uang, Hanya Uang, Wiski, Dara, Dukun, Hidup adalah Sebuah Permainan Rolet, Rekanan, Gelas yang Pecah, dan Perburuan.
Buku ini berisi cerpen-cerpen dari Asia mulai dari Afganistan, Burma, India, Indonesia, Iran, Jepan, Korea, Malaysia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.
Ada 7 cerpen yang diterbitkan Balai Pustaka dalam buku ini. Cerpen-cerpen tersebut antara lain berjudul Nenek, Jatuhnya seorang Dewa, Pasir Putih Pasir Laut, Hati Seorang Bunda, Menitip Anak-Anak, Rumah di Kaki Bukit, dan Di Kaki Bukit Pangsung.
Ada 17 cerpen Putu Wijaya di dalam buku ini. Perpaduan antara dunia kenyataan dan dunia impian adalah tema besar yang muncul di dalam buku ini. Judul-judul cerpen dalam buku ini antara lain Babi, Dompet, 1981, 1980, Takut, Mimpi, Aktor, Los, Kejetit, Pulang, Bodoh, Hadiah, Moh, Roh, Neraka, Maria, dan Bisma.