Text
Bisnis Priayi: Elite Tradisional dan Bisnis pada Era Post-Reformasi
Pada zaman kerajaan di Nusantara, kelas bangsawan atau elite kerajaan (raja dan keluarganya atau kaum priayi) menganggap bisnis atau berdagang sebagai aktivitas kotor dan rendahan. Pandangan ini terus dipertahankan secara turun-temurun. Namun, setelah Indonesia merdeka, dan teerutama pada era post-reformasi, pandangan tersebut mulai goyah dan bergeser. Puncaknya adalah ketika muncul kebijakan otonomi daerah.
Kebijakan otonomi daerah telah mengubah banyak hal, di antaranya soal pendapatan daerah. Jika sebelumnya pendapatan daerah digenggam oleh pusat, saat ini daerah dapat mengatur sendiri sumber pendapatannya. Ini memengaruhi pandangan tradisional. Di satu sisi, pandangan tradisional menganggap tidak etis kaum priayi berbisnis, di sisi lain bisnis menjadi sumber pendapatan daerah, yang tujuannya adalah untuk mengembangkan dan memajukan daerah. Maka mau tak mau mereka mesti terlibat dalam bisnis.
Benturan antara pandangan tradisional tersebut dengan pandangan modern pada era post-reformasi itulah yang jadi topik utama buk ini. Menyorot kasus bisnis keluarga keraton Jogja bersama perusahaan rokok dna lainnya yang kian ekspansif hingga sekarang. Buku ini menganalisis secara tajam dan menjelaskan secara gamblang bagaimana dinamika bisnis priayi. Dari sejarahnya, konsep bisnis priayi menurut etika Jawa, gaya hidup priayi, persinggungan budaya lokal dengan kehidupan modern yang kapitalistik, hingga dalih otonomi daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan keluarga.
"Buku ini menjadi penting ........ menunjukkan apakah kebudayaan Jawa diam-diam berpengaruh pada tingkah laku elitenya?"
- Dr. Riwanto Tirtosudarmo, mantan peneliti senior LIPI dan visiting scholar di Boston University.
"Dengan analisis sejarah dan politik tajam, Muhammad Syukri menunjukkan bagaimana elite tradisional menavigasi kekuasaan, legitimasi,d an otoritas di tengah pertemuan antara struktur tradisional dan sistem modern di Indonesia"
- Sudarno Sumarto, ekonom dan visiting scholar di Harvard Kennedy School.
No other version available