Text
Kartini Kumpulan Surat-Surat 1899-1904
Kartini, seorang gadis jenius yang lahir di Jawa dan hanya menempuh pendidikan sekolah dasar zaman itu, namun rajin membaca buku bahasa Belanda pemberian dari sang Ayah dan teman-temannya. Kartini menguasai bahasa Belanda dengan baik sekali, tetapi yang terpenting baginya adalah cita-cita untuk memajukan perempuan Indonesia (Jawa), yang zaman itu dikekang oleh adat dan aturan perkawinan yang ketat. Karenanya ia mengupayakan pendidikan agar perempuan jadi mandiri.
Tuah J.H. Abendanon, Direktur Departeen Pendidikan Agama dan Kerajinan Hindia Belanda, sebagai salah seorang sahabat pena mengumpulkan usrat Kartini dan menerbitkannya pada 1911 dengan judul Door Duisternit Tot :ocht (Habis Gelap TErbitlah Terang), untuk memperkenalkan cita-cita Kartini dalam memajukan perempuan Indonesia dan mendirikan sekolah perempuan di Indonesia.
Buku tentang Kartini ini terdiri 3 jilid: Jilid 1 menyajikan surat Kartini yang dikumulkan dari arsip di Belanga; jilid II berisikan tentang biografi Kartini; jilid III diuraikan mengenai tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kesetaraan gender Indonesia dan langkah yang perlu dilakukan.
Wardiman Djojonegoro mengumpulkan surat Kartini sewaktu mengadakan penelitian untuk emngajukan naskah-naskah kuno di Perpustakaan KITLV/UB-Leiden di Belanda. Surat Kartini yang dikumpulkan dan diterjemahkan dari Bahasa BElanda ke dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan ke-4 dan juga kumpulan surat Kartini yang paling banyak hingga 2024, dengan jumlah 179 surat Kartini.
No other version available