Text
Menelusuri Buku Kehidupan (Sebuah Perjalanan Mencari Keutuhan)
....... Seseorang yang bisa saya tangkap dari perjalanan dan pengalaman hidupnya, kehidupan yang utuh baginya merupakan perjalanan, pencarian dan pergulatan. Ia bedakan antara pengetahuan yang rasional dan batin yang spiritual. Pemahamannya perihal dimensi spiritual tidak kental uaman yang berteolog dan formal, tetapi yang merupakan semacam simbiosis atau penghayatan hidup yang utuh. Utuh dalam pengertian rasional dan serba rasa. Tafsir dan penghayatannya bukan pertama-tama teologis, apalagi dogmatis dan hirarkis, melainkan otonom, individual, jatidiri, pencarian 'self' jatidiri, penghayatan serta pengungkapnnya. Utuh, damai tenang.
- Jakob Oetama.
Bagi seorang Indra Gunawan, buku adalah Alfa, Omega, sekaligus semua abjad di antara keduanya. Sesungguhnya, ia haus membaca apa pun yang bisa dibaca. Bahkan sampai "mencuri" buku dari perpustakaan sang ayah. Kuliah di publisistik adalah salah satu situs pengembaraannya. Magang di LKBN Antara menjai pengalaman pertamanya di dunia kerja. Maka, tidak mengherankan ketika selanjutnya ia dijemput olehseorang suhu untuk menjadi salah seorang punakawannya di harian Kompas sebagai anggota redaksi. Akan tetapi, ketika ada tawaran menjadi manajer toko buku Gramedia, ia langsung menerimanya sebagai sebuah tantangan baru dalam hidupnya. Dari pembaca menjadi penulis. Dari penulis menjadi manajer. Dan belakangan karirnya terus menanjak sampai menjadi Wakil Direktur Kelompok Gramedia.
Buku ini berisi ringkasan tentang sebagian kecil buku yang ernah dibacanya, yang menarik minatnya, juga yang membuatnya ingin berteriak "Hei, ini ada buku bagus!". Dari cerita ringan sampai manajemen, dari buku-buku "how to" sampai Taoisme dan Zen. Tapi, hanya itukah? Baginya,, hidup manusia juga sebuah "buku". Setelah di babak awal seolah-olah hanya 'hidup di permukaan," mungkin terpikir olehnya bahwa kelak "buku" nya sendiri akan dibaca oleh Sang HAkim Agung. Itu sebabnya ia memberi judul buku ini Menelusuri Buku Kehidupan. Sebuah cerita tentang upaynya mendalami makna hidup, pengenalan diri, sampai menemukan Keutuhan Diri yang Sejati. Tentu saja sambil tetap berkiprah di dunia nyata ......... dunia sehari-hari. Seperti seorang siswaZen yang terus mengosongkan mangkuk tehnya (bagi sesama) supaya bisa diisi terus oleh Sang Khalik.
No other version available